Senin, 06 Juni 2011

Orang yang Saya Cintai Menderita Kanker

Sebuah kesedihan yang tiada tara untuk bisa berada di posisi itu... dan sekaligus simpati yang teramat dalam untuk semua penderita kanker yang berjuang menyelami hal yang sedang dialami mereka.

Masihkah ada harapan untuk sembuh? Tuhan, dalam seisi alam semestanya, telah menciptakan sebuah sistem yang adil dan seimbang, sehingga jika ada penyakit, tentu pasti ada kesembuhan yang bisa menyertainya, sehingga jawaban pertanyaan itu adalah pasti selalu ada harapan untuk sembuh.

Seperti layaknya semua penderita kanker, dimana ketika dokter memberikan vonisnya, tentu bagi kebanyakan orang, merupakan berita yang mengguncangkan, menyedihkan, bahkan terkadang, ada yang sebenarnya telah kehilangan semangat hidupnya, di hari vonis itu didengarnya. Terkadang, bila saya membaca atau mendengar sebuah kisah nyata, bagaimana seseorang terkena kanker, atau bagaimana seseorang itu berjuang didalam penyakitnya, entah ia kemudian tetap hidup untuk menceritakan perjuangannya maupun semangatnya yang bisa menjadi cerita dan inspirasi kita, karena ia telah kembali kepada Sang Maha Kuasa, karena penyakitnya itu, semua itu selalu mampu membuat saya berkaca-kaca, dan menitikkan air mata.

Anda tahu rasanya untuk berada di posisi itu, untuk mendengar vonis dokter, untuk melihat orang-orang di sekitar berusaha untuk tersenyum, tetapi tahu bahwa hati mereka juga menangis.. ketika orang yang saya cintai harus menderita karena penyakit itu... reaksi yang sama pasti juga saya rasakan.. sedih, takut, dan putus asa merupakan sikap dan reaksi yang wajar, bukan sesuatu yang harus berusaha dihilangkan... bahkan sebisa mungkin, nikmati perasaan ini... walaupun rasanya teramat berat.

Pertanyaan yang muncul adalah, sampai seberapa lama? Pertanyaan yang bagus... karena kita memiliki emosi, dan merupakan sebuah anugrah untuk dapat merasakan, sedih, takut, putus asa, dan terkadang kemarahan yang amat sangat... keluarkan, karena justru akan merusak di dalam kalau kita putuskan untuk memendam semua emosi itu.. arahkan ke arah yang tepat... beri ruang pada diri kita sendiri untuk meratap... karena pelangi yang terindah biasanya muncul setelah hujan yang paling deras..

Masihkah ada harapan?


Selengkapnya 

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons